Wednesday, December 16, 2020

 

BIOGRAFI GURU

Nama :Ahmad Maulana Umamul Khairy

Nim:12001337

Kelas :1i PAI

 

Dalam renungan, rasa rindu itu muncul ditengah asyik menikmati suasana indah siang ini tepat nya dihari rabu, pandanganku menatap keluar jendela,ditemani secangkir kopi dan alunan lagu yang membuat pikiran dan hatiku dihantui rasa rindu yang luar biasa, tidak terasa sudah setengah satu tahun aku melewati masa-masa itu. Yah sampai detik ini aku masih tidak dapat melupakan jejak perjalananku sewaktu dirantauan terlebih dengan sosok guru yang begitu luar biasa berpengaruh dalam menuntunku baik itu menjadi manusia yang baik ataupun menjadi hamba yang taat kepada sang Ilahi.

Beliau berpostur tinggi besar, berbahu lebar,berwajah tampan yang memancarkan aura kebijaksanaan, setiap mata yang berhadapan dengan beliau seakan harus tunduk ta’zhim sebab tatapan mata yang penuh kasih sayang juga diliputi kewibawaan, beliau yang aku sebut sebagai Maha Guru yang juga berperan sebagai ayah bagi setiap murid nya,beliau memili nama: Abuya Assayyid Musthofa bin Husain Aljufri.

Abuya merupakan panggilan kami untuk beliau, Sebagian orang yang mendengar kami memanggil demikian bertanya kenapa beliau tidak dipanggil ustad sebagai mana guru-guru lain pada umumnya jawaban kami hanya satu Abuya merupakan panggilan yang merangkap antara sosok seorang guru juga seorang ayah, beliau sendiri juga pernah berkata kepadaku pribadi tepatnya diwaktu aku menyiapkan hidangan makan siang untuknya, kurang lebih begini dawuh nya  : “di luar jam pelajaran anggap saya sebagai sesosok ayah disaat pelajaran di mulai disitu saya menjadi seorang guru” bukan tanpa maksud beliau berkata demikian ini semua tidak lebih supaya kami selaku santrinya selalu terbuka dengan beliau layaknya sosok seorang ayah bahkan beliau akan menegur santrinya dikala menyembunyikan masalah yang tengah menimpa mau itu dalam urusan dunia ataupun urusan akhirat,sebenarnya sulit bagiku untuk menggambar kan bagaimana kasih sayang nya beliau terhadap setiap santri yang ada disana.

Beliau adalah anak ke 4 dari 4 saudara biasa umumnya anak paling terakhir disebut dengan anak bungsu ayahnya bernama Habib Husain dan ibunda beliau Syarifah Ni’mah beliau didik dan dibesarkan dilingkungan pesantren dibawah bimbingan dan didikan orang tua yang hebat, di umur yang terbilang muda saat itu beliau menjadi salah satu anak yang beruntung sebab terpilih mengabdikan diri dan mencapai ridho guru dan Ilahi di salah satu pondok pesantren di Makkah yang biasa di sebut rushaifah dipimpin oleh Maha Guru, orang yang ahli dalam hadist baginda Nabi Muhammad, yang begitu dekat hatinya dengan Sang Kholiq beliaulah Almuhaddist prof.dr.Assayyid Muhammad bin Alwi Almaliki.

Abuya Musthofa begitu mengidolakan gurunya walaupun sekarang guru beliau telah berada di alam yang berbeda semoga aku mendapatkan keberkahan beliau berdua, saking idolanya beliau sampai banyak tulisan yang berisikan tentang pujian beliau terhadap Abuya Muhammad, sewaktu beliau mengenyam Pendidikan di Makkah beliau menjadi tangan kanan dari Abuya Muhammad seperti inilah cerita yang saya dengar dari beberapa teman beliau, dan status sebagai tangan kanan gurunya memang bukan sekedar kabar burung belaka saya sendiri yang menjadi saksi akan kebenaran status beliau tersebut sebab dalam kurun waktu 5 tahun yang saya habiskan Bersama beliau sudah banyak karangan-karangan kitab yang telah beliau buat, baik itu tentang amalan ibadah harian yang berisi wiridan dan doa, ada juga yang berisi tentang sya’iran,cerita hikmah,pengumpulan hadist-hadist pendek dan masih banyak lagi yang lainnya yang tidak mampu diri ini menuliskan kesemuanya saya hanya berharap hati ini akan selalu terkait dengan beliau dan mendapat keberkahannya aamin.

Sebenarnya sulit untuk melanjutkan tulisan ini karena sedikit nya pengetahuan dan takut akan kesalah dalam menceritakan kepribadian beliau yang luhur semoga Allah mengampuni diriku atas salah dan khilaf dalam penulisan ini.Aamiin

Kalau dilihat dari keturunan beliau memiliki garis keturunan yang suci nan mulia sebab beliau mewarisi darah baginda Nabi Muhammad, di samping berdarah mulia dalam keseharian nya beliau berprilakua sebagaimana akhlak yang telah diajarkan oleh kakeknya (Nabi Muhammad) beliau diantara para santrinya dijuluki sebagai Alhalim yakni orang yang dermawan disebabkan kemurahan hati beliau dalam memenuhi kebutuhan para muridnya, mau itu kebutuhan jasmani maupun rohani bahkan dari hal yang paling kecil sekalipun, beliau sosok yang lemah lembut juga tegas, beliau tidak akan segan menghukum muridnya yang melakukan kesalahan tapi berbeda dari kebanyak orang lain menghukum, kemarahan beliau hanya di saat murid tersebut berbuat kesalahan setelah itu akan hilang seakan si murid tidak pernah berbuat kesalahan, sebenarnya  yang paling ditakuti dari beliau bukan hukuman yang berbentuk fisik saat melakukan kesalahan tapi disaat beliau menegur dengan perkataan yang mengandung makna yang tajam bahkan menimbulkan efek jera melebihi hukuman fisik, Sudah banyak santri yang di saat melakukan kesalahan lalu mendapat nasihat dari beliau langsung meneteskan air mata sebab malu dan tersentuh hati nya sungguh mulia hati beliau dan dekat dengan Allah sampai hanya dengan perkataan saja sudah mengandung hikmah dan sentuhan yang tajam pada segenap hati muridnya.

Selama 5 tahun hidup berdampingan dengan beliau sekeluarga ntah sudah berapa banyak hikmah yang saya dapatkan bahkan semahal apapun tidak akan pernah mungkin sanggup untuk membalas jasa beliau sekeluarga semoga Allah memberikan beliau dan keluarga derajat yang setinggi-tinggi nya, pelajaran yang saya dapat bukan Cuma sekedar ilmu agama tapi juga ilmu bagaimana hidup di dunia baik itu dalam kekeluargaan,juga bernegara sungguh luas ilmu yang beliau miliki bahkan jika seandainya pohon-pohon yang ada di bumi dijadikan pena dan juga air lautan dijadikan tinta tidak akan cukup untuk menuliskan keutamaan yang beliau miliki, bukan tanpa maksud saya berbicara demikian sebab kemulian aklaq beserta luasnya ilmu yang beliau miliki bukan Cuma terkenal di kalangan muris-muridnya tapi juga dikenal oleh banyak keluarga,sahabat,dan juga teman beliau.

Dalam hal kepala rumah tangga beliau merupakan imam yang baik bagi keluarga nya, sangat tegas dalam hal ibadah, mendidik putra-putera beliau dengan Pendidikan yang mulia,supaya selalu sholat tepat waktu,hormat terhadap orang tua, dan selalu murah hati terhadap orang lain, salah ajaran yang saya dengar langsung dari putra bungsu beliau adalah “supaya jangan terlalu lama memegang uang cepat dermakan ke orang” kurang lebih seperti itu dan saya merasakan efeknya dan bukti dari ajaran yang beliau berikan terhadap putra-putra nya bermanfaat dimana kesemua putra dan putri beliau memiliki hati yang subhanallah begitu dermawan.

Setelah banyak hal yang saya sampaikan tentang sosok dari seorang Maha Guru berbagai kelebihan dan keutamaan yang beliau miliki, baik itu berupa keilmuan,aklaq juga ketegasan yang dipadukan dengan kelembutan yang beliau miliki dalam mendidik para muridnya sudah menjadi alasan bagiku untuk menempatkan beliau sebagai yang teristimewa didalam hati ini walaupun saya menyadari belum dapat menjadi murid yang beliau harapkan dan bisa di banggakan setidaknya satu hal yang saya selalu jadikan harapan dan permintaan dalam setiap doa bahwa semoga Allah tidak mencabut nyawa semua guruku sebelum aku bisa menjadi yang bisa di banggakan di dunia maupun di akhirat oleh mereka semua.Aamiin.   

 

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home