BIOGRAFI GURU
Nama :Ahmad Maulana Umamul Khairy
Nim:12001337
Kelas :1i PAI
Dalam renungan, rasa rindu itu muncul ditengah asyik menikmati
suasana indah siang ini tepat nya dihari rabu, pandanganku menatap keluar
jendela,ditemani secangkir kopi dan alunan lagu yang membuat pikiran dan hatiku
dihantui rasa rindu yang luar biasa, tidak terasa sudah setengah satu tahun aku
melewati masa-masa itu. Yah sampai detik ini aku masih tidak dapat melupakan
jejak perjalananku sewaktu dirantauan terlebih dengan sosok guru yang begitu
luar biasa berpengaruh dalam menuntunku baik itu menjadi manusia yang baik
ataupun menjadi hamba yang taat kepada sang Ilahi.
Beliau berpostur tinggi besar, berbahu lebar,berwajah tampan yang
memancarkan aura kebijaksanaan, setiap mata yang berhadapan dengan beliau
seakan harus tunduk ta’zhim sebab tatapan mata yang penuh kasih sayang juga
diliputi kewibawaan, beliau yang aku sebut sebagai Maha Guru yang juga berperan
sebagai ayah bagi setiap murid nya,beliau memili nama: Abuya Assayyid Musthofa
bin Husain Aljufri.
Abuya merupakan panggilan kami untuk beliau, Sebagian orang yang
mendengar kami memanggil demikian bertanya kenapa beliau tidak dipanggil ustad
sebagai mana guru-guru lain pada umumnya jawaban kami hanya satu Abuya
merupakan panggilan yang merangkap antara sosok seorang guru juga seorang ayah,
beliau sendiri juga pernah berkata kepadaku pribadi tepatnya diwaktu aku
menyiapkan hidangan makan siang untuknya, kurang lebih begini dawuh nya : “di luar jam pelajaran anggap saya sebagai
sesosok ayah disaat pelajaran di mulai disitu saya menjadi seorang guru” bukan
tanpa maksud beliau berkata demikian ini semua tidak lebih supaya kami selaku
santrinya selalu terbuka dengan beliau layaknya sosok seorang ayah bahkan
beliau akan menegur santrinya dikala menyembunyikan masalah yang tengah menimpa
mau itu dalam urusan dunia ataupun urusan akhirat,sebenarnya sulit bagiku untuk
menggambar kan bagaimana kasih sayang nya beliau terhadap setiap santri yang
ada disana.
Beliau adalah anak ke 4 dari 4 saudara biasa umumnya anak paling
terakhir disebut dengan anak bungsu ayahnya bernama Habib Husain dan ibunda
beliau Syarifah Ni’mah beliau didik dan dibesarkan dilingkungan pesantren
dibawah bimbingan dan didikan orang tua yang hebat, di umur yang terbilang muda
saat itu beliau menjadi salah satu anak yang beruntung sebab terpilih
mengabdikan diri dan mencapai ridho guru dan Ilahi di salah satu pondok
pesantren di Makkah yang biasa di sebut rushaifah dipimpin oleh Maha Guru,
orang yang ahli dalam hadist baginda Nabi Muhammad, yang begitu dekat hatinya
dengan Sang Kholiq beliaulah Almuhaddist prof.dr.Assayyid Muhammad bin Alwi
Almaliki.
Abuya Musthofa begitu mengidolakan gurunya walaupun sekarang guru
beliau telah berada di alam yang berbeda semoga aku mendapatkan keberkahan beliau
berdua, saking idolanya beliau sampai banyak tulisan yang berisikan tentang
pujian beliau terhadap Abuya Muhammad, sewaktu beliau mengenyam Pendidikan di Makkah
beliau menjadi tangan kanan dari Abuya Muhammad seperti inilah cerita yang saya
dengar dari beberapa teman beliau, dan status sebagai tangan kanan gurunya memang
bukan sekedar kabar burung belaka saya sendiri yang menjadi saksi akan
kebenaran status beliau tersebut sebab dalam kurun waktu 5 tahun yang saya
habiskan Bersama beliau sudah banyak karangan-karangan kitab yang telah beliau
buat, baik itu tentang amalan ibadah harian yang berisi wiridan dan doa, ada
juga yang berisi tentang sya’iran,cerita hikmah,pengumpulan hadist-hadist
pendek dan masih banyak lagi yang lainnya yang tidak mampu diri ini menuliskan
kesemuanya saya hanya berharap hati ini akan selalu terkait dengan beliau dan
mendapat keberkahannya aamin.
Sebenarnya sulit untuk melanjutkan tulisan ini karena sedikit nya
pengetahuan dan takut akan kesalah dalam menceritakan kepribadian beliau yang
luhur semoga Allah mengampuni diriku atas salah dan khilaf dalam penulisan ini.Aamiin
Kalau dilihat dari keturunan beliau memiliki garis keturunan yang
suci nan mulia sebab beliau mewarisi darah baginda Nabi Muhammad, di samping berdarah
mulia dalam keseharian nya beliau berprilakua sebagaimana akhlak yang telah
diajarkan oleh kakeknya (Nabi Muhammad) beliau diantara para santrinya dijuluki
sebagai Alhalim yakni orang yang dermawan disebabkan kemurahan hati beliau dalam
memenuhi kebutuhan para muridnya, mau itu kebutuhan jasmani maupun rohani
bahkan dari hal yang paling kecil sekalipun, beliau sosok yang lemah lembut
juga tegas, beliau tidak akan segan menghukum muridnya yang melakukan kesalahan
tapi berbeda dari kebanyak orang lain menghukum, kemarahan beliau hanya di saat
murid tersebut berbuat kesalahan setelah itu akan hilang seakan si murid tidak
pernah berbuat kesalahan, sebenarnya yang
paling ditakuti dari beliau bukan hukuman yang berbentuk fisik saat melakukan
kesalahan tapi disaat beliau menegur dengan perkataan yang mengandung makna
yang tajam bahkan menimbulkan efek jera melebihi hukuman fisik, Sudah banyak
santri yang di saat melakukan kesalahan lalu mendapat nasihat dari beliau langsung
meneteskan air mata sebab malu dan tersentuh hati nya sungguh mulia hati beliau
dan dekat dengan Allah sampai hanya dengan perkataan saja sudah mengandung
hikmah dan sentuhan yang tajam pada segenap hati muridnya.
Selama 5 tahun hidup berdampingan dengan beliau sekeluarga ntah
sudah berapa banyak hikmah yang saya dapatkan bahkan semahal apapun tidak akan
pernah mungkin sanggup untuk membalas jasa beliau sekeluarga semoga Allah memberikan
beliau dan keluarga derajat yang setinggi-tinggi nya, pelajaran yang saya dapat
bukan Cuma sekedar ilmu agama tapi juga ilmu bagaimana hidup di dunia baik itu
dalam kekeluargaan,juga bernegara sungguh luas ilmu yang beliau miliki bahkan
jika seandainya pohon-pohon yang ada di bumi dijadikan pena dan juga air lautan
dijadikan tinta tidak akan cukup untuk menuliskan keutamaan yang beliau miliki,
bukan tanpa maksud saya berbicara demikian sebab kemulian aklaq beserta luasnya
ilmu yang beliau miliki bukan Cuma terkenal di kalangan muris-muridnya tapi juga
dikenal oleh banyak keluarga,sahabat,dan juga teman beliau.
Dalam hal kepala rumah tangga beliau merupakan imam yang baik bagi
keluarga nya, sangat tegas dalam hal ibadah, mendidik putra-putera beliau dengan
Pendidikan yang mulia,supaya selalu sholat tepat waktu,hormat terhadap orang
tua, dan selalu murah hati terhadap orang lain, salah ajaran yang saya dengar
langsung dari putra bungsu beliau adalah “supaya jangan terlalu lama memegang
uang cepat dermakan ke orang” kurang lebih seperti itu dan saya merasakan
efeknya dan bukti dari ajaran yang beliau berikan terhadap putra-putra nya bermanfaat
dimana kesemua putra dan putri beliau memiliki hati yang subhanallah begitu
dermawan.
Setelah banyak hal yang saya sampaikan tentang sosok dari seorang
Maha Guru berbagai kelebihan dan keutamaan yang beliau miliki, baik itu berupa
keilmuan,aklaq juga ketegasan yang dipadukan dengan kelembutan yang beliau miliki
dalam mendidik para muridnya sudah menjadi alasan bagiku untuk menempatkan
beliau sebagai yang teristimewa didalam hati ini walaupun saya menyadari belum
dapat menjadi murid yang beliau harapkan dan bisa di banggakan setidaknya satu
hal yang saya selalu jadikan harapan dan permintaan dalam setiap doa bahwa
semoga Allah tidak mencabut nyawa semua guruku sebelum aku bisa menjadi yang
bisa di banggakan di dunia maupun di akhirat oleh mereka semua.Aamiin.

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home