Catatan 1 kultur sekolah
Nama : Ahmad Maulana
Umamul Khairi
Nim ; 12001337
Berbicara
tentang sebuah kultur menurut saya pribadi tidak akan pernah terlepas dari budaya
karena memang kultur juga memang merupakan sebuah budaya, kultur sekolah
memiliki dua bilah mata pedang karena ia memiliki unsur positive dan juga
negative, budaya baik akan memberikan dampak baik bagi peserta didik terlebih
bagi mereka yang ada dilingkungan sekitar .
Kultur
Sekolah merupakan budaya sekolah yang dapat memberikan pengaruh terhadap
kehidupan masyarakat sekolah baik pengaruh positif maupun pengaruh negatif
sebagaimana karakteristik kultur tersebut. Hal tersebut sesuai dengan pendapat
Moerdiyanto yang menyatakan bahwa “Kultur sekolah terdiri dari
kultur positif dan kultur negatif. Kultur positif adalah budaya yang membantu
mutu sekolah dan mutu kehidupan bagi warganya”. Dalam pengertian mutu sekolah
dan mutu kehidupan dapat dimaksudkan sebagai mutu yang berhubungan dengan
kehidupan yang bernilai moralitas dan agamis masyarakat sekolah. Aktifitas
siswa dalam kesehariannya tidak akan lepas dari keterlibatan kultur sekolah
pada proses bersikap, berbuat dan memandang bahkan berfikirnya. Mutu kehidupan
siswa yang diharapkan adalah siswa yang memiliki prilaku baik dalam sudut
pandang etika dan agama. Kultur positif ini akan memberi peluang sekolah
beserta warganya untuk membentuk dan maningkatkan kemampuan dan kecerdasan
spiritual siswa.
Kultur
positif dan kuat memiliki kekuatan dan menjadi modal dalam melakukan pendidikan
yang memperhatikan dimensi kecerdasan spiritual siswa dan perbaikan
kondisi-kondisi agar dapat lebih kondusif terhadap tumbuh dan berkembangnya
kecerdasan tersebut. Sedangkan kultur negatif adalah budaya yang bersifat
anarkis, negatif, beracun, bias, dan dominatif. Sekolah yang hanya melihat dan
menargetkan hasil pendidikan yang berupa kemampuan intelegensi dan mengabaikan
dimensi spiritaual siswa merupakan bagian dari kultur negatif, karena mereka
cenderung tidak melakukan upaya yang mengarah kepada terbentuk dan
berkembangnya kecerdasan spiritual siswa. Kultur sekolah bersifat dinamis.
Perubahan pola perilaku dapat mengubah sistem nilai dan keyakinan pelaku dan
bahkan mengubah sistem asumsi yang ada, walaupun ini sangat sulit. Namun yang
jelas dinamika kultur sekolah dapat saja menghadirkan konflik dan jika ini
ditangani dengan bijak dan sehat dapat membawa perubahan positif. Dan kultur
sekolah itu milik kolektif dan merupakan perjalanan sejarah sekolah, produk
dari berbagai kekuatan yang masuk ke sekolah. Sekolah perlu menyadari secara
serius mengenai keberadaan aneka kultur subordinasi yang ada seperti kultur
sehat dan tidak sehat, kultur kuat dan lemah, kultur positif dan negatif,
kultur kacau dan stabil, dan konsekuensinya terhadap perbaikan sekolah.

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home