CATATN KE 5 KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK
Nama : Ahmad Maulana Umamul Khairi
Kelas : 4i PAI
Karakteristik
peserta didik meliputi: etnik, kultural, status sosial, minat, perkembangan
kognitif, kemampuan awal, gaya belajar, motivasi, perkembangan emosi.
1. Etnik
Pendidik dalam melakukan
proses pembelajaran perlu memperhatikan jenis etnik apa saja yang terdapat
dalam kelasnya.Dalam sekolah dan kelas tertentu terdapat multi etnik/suku
bangsa, seperti dalam satu kelas kadang terdiri dari peserta didik etnik Jawa,
Sunda, Madura, Minang, dan Bali, maupun etnik lainnya.Data tentang keberagaman
etnis di kelasnya menjadi informasi yang sangat berharga bagi pendidik dalam
menyelenggarakan proses pembelajaran.
Seorang pendidik yang
menghadapi peserta didik hanya satu etnik di kelasnya, tentunya tidak sesulit
yang multi etnik.
Proses pembelajaran
dengan peserta didik yang multi etnik maka dalam melakukan interaksi dengan
peserta didik di kelas tersebut perlu menggunakan bahasa yang dapat dimengerti
oleh semua peserta didiknya.
Kemudian ketika guru
memberikan contoh-contoh untuk memperjelas materi yang sedang dibahasnya
hendaknya contoh yang dapat dimengerti dan dipahami oleh semuanya.
2. Kultural
Peserta didik kita
sebagai anggota suatu masyarakat memiliki budaya tertentu dan sudah barang
tentu menjadi pendukung budaya tersebut.
Budaya yang ada di
masyarakat kita sangatlah beragam, seperti kesenian, kepercayaan, norma,
kebiasaan, dan adat istiadat.
Peserta didik yang kita
hadapi mungkin berasal dari berbagai daerah yang tentunya memiliki budaya yang
berbeda-beda sehingga kelas yang kita hadapi kelas yang multikultural.
Pendidikan multikultural
memiliki ciri-ciri:
1) Tujuannya
membentuk “manusia budaya” dan menciptakan manusia berbudaya (berperadaban).
2) Materinya
mangajarkan nilai-nilai luhur kemanusiaan, nilai-nilai bangsa, dan nilai-nilai
kelompok etnis (kultural).
3) metodenya
demokratis, yang menghargai aspek-aspek perbedaan dan keberagaman budaya bangsa
dan kelompok etnis (multikulturalisme).
4). Evaluasinya
ditentukan pada penilaian terhadap tingkah laku anak didik yang meliputi aspek
persepsi, apresiasi, dan tindakan terhadap budaya lainnya.
3. Status
sosial
Peserta didik pada suatu
kelas biasanya berasal dari status sosial-ekonomi yang berbeda-beda.
Peserta didik dengan
bervariasi status ekonomi dan sosialnya menyatu untuk saling berinteraksi dan
saling melakukan proses pembelajaran.
Perbedaan ini hendaknya
tidak menjadi penghambat dalam melakukan proses pembelajaran.
Namun tidak dapat
dipungkiri kadang dijumpai status sosial ekonomi ini menjadi penghambat peserta
didik dalam belajar secara kelompok.
Implikasi dengan adanya
variasi status-sosial ekonomi ini pendidik dituntut untuk mampu bertindak adil
dan tidak diskriminatif.
4. Minat
Minat merupakan suatu
sumber motivasi yang mendorong seseorang untuk melakukan kegiatan yang
dipilihnya.
Sebenarnya minat belajar
peserta didik memegang peran yang sangat penting, sehingga perlu untuk terusditumbuh
kembangkan sesuai dengan minat yang dimiliki seorang peserta didik.
5. Perkembangan
kognitif
Tingkat perkembangan
kognitif yang dimiliki peserta didik akan mempengaruhi guru dalam memilih dan
menggunakan pendekatan pembelajaran, metode, media, dan jenis evaluasi.
Menurut Piaget
tahap-tahap perkembangan intelektual peserta didik adalah sebagai
berikut sebagai berikut:

Berdasarkan teori
perkembangan dari Piaget tersebut, dikaitan dengan tahap perkembangan
intelektual sebagai berikut:
1) Bahwa
perkembangan intelektual terjadi melalui tahap-tahap beruntun yang selalu
terjadi dengan urutan yang sama. Maksudnya setiap manusia akan mengalami
urutan tersebut dan dengan urutan yang sama;
2) Bahwa
tahap-tahapperkembangan didefinisikan sebagai suatu cluster dari operasi mental
(pengurutan, pengekalan, pengelompokkan. pembuatan hipotesis dan
penarikankesimpulan) yang menunjukkan adanya tingkah laku intelektual.
3) Bahwa
gerak melalui melalui tahap-tahap tersebut dilengkapi oleh keseimbangan (equilibration),
proses pengembangan yang menguraikan tentang interaksi antara pengalaman (asimilasi)
dan struktur kognitif yang timbul (akomodasi).
6. Kemampuan
awal
Merupakan keadaan
pengetahuan dan keterampilan yang harus dimiliki terlebih dahulu oleh peserta
didik sebelum mempelajari pengetahuan atau keterampilan baru.
Pengetahuan dan
keterampilan yang harus dimiliki terlebih dahulu maksudnya adalah pengetahuan
atau keterampilan yang lebih rendah dari apa yang akan dipelajari.
Kemampuan awal peserta
didik bersifat individual, artinya berbeda antara peserta didik satu dengan
lainnya, sehingga untuk mengetahuinya juga harus bersifat individual.
Cara untuk mengetahui kemampuan
awal peserta didik dapat dilakukan melalui teknik tes yaitu pre tes atau tes
awal dan teknik non tes seperti wawancara.
7. Gaya
belajar
Merupakan cara yang
cenderung dipilih/digunakan oleh peserta didik dalam menerima, mengatur, dan
memproses informasi atau pesan dari komunikator/pemberi informasi.
Gaya belajar dapat
dikelompokkan menjadi tiga yaitu visual (visual learners), auditif (auditory
learners), dan kinestetik (kinesthetic learners).
Dengan diketahuinya gaya
belajar yang dimiliki pesertadidik, maka akan berimplikasi terhadap model
pembelajaran, strategi, metode, dan media pembelajaran yang akan digunakan.
8. Motivasi
Merupakan suatu kondisi
yang menyebabkan atau menimbulkan perilaku tertentu, dan yang memberi arah dan
ketahanan (persistence) pada tingkah laku tersebut.
Motivasi kadang timbul
dari dalam diri individu itu sendiri (motivasi instrinsik dan
kadang motivasi itu muncul karena faktor dari luar dirinya sendiri (motivasi
ekstrinsik).
Seseorang memiliki motivasi
tinggi atau tidak dalam belajarnya dapat terlihat dari tiga hal:
1) kualitas
keterlibatannya,
2) perasaan
dan keterlibatan afektif peserta didik,
3) upaya
peserta didik untuk senantiasa memelihara/menjaga motivasi yang dimiliki.
