Sunday, April 24, 2022

CATATN KE 5 KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK

 Nama : Ahmad Maulana Umamul Khairi

Kelas : 4i PAI

Karakteristik peserta didik meliputi: etnik, kultural, status sosial, minat, perkembangan kognitif, kemampuan awal, gaya belajar, motivasi, perkembangan emosi.

1.      Etnik

Pendidik dalam melakukan proses pembelajaran perlu memperhatikan jenis etnik apa saja yang terdapat dalam kelasnya.Dalam sekolah dan kelas tertentu terdapat multi etnik/suku bangsa, seperti dalam satu kelas kadang terdiri dari peserta didik etnik Jawa, Sunda, Madura, Minang, dan Bali, maupun etnik lainnya.Data tentang keberagaman etnis di kelasnya menjadi informasi yang sangat berharga bagi pendidik dalam menyelenggarakan proses pembelajaran.

Seorang pendidik yang menghadapi peserta didik hanya satu etnik di kelasnya, tentunya tidak sesulit yang multi etnik.

Proses pembelajaran dengan peserta didik yang multi etnik maka dalam melakukan interaksi dengan peserta didik di kelas tersebut perlu menggunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh semua peserta didiknya.

Kemudian ketika guru memberikan contoh-contoh untuk memperjelas materi yang sedang dibahasnya hendaknya contoh yang dapat dimengerti dan dipahami oleh semuanya.

2.      Kultural

Peserta didik kita sebagai anggota suatu masyarakat memiliki budaya tertentu dan sudah barang tentu menjadi pendukung budaya tersebut.

Budaya yang ada di masyarakat kita sangatlah beragam, seperti kesenian, kepercayaan, norma, kebiasaan, dan adat istiadat.

Peserta didik yang kita hadapi mungkin berasal dari berbagai daerah yang tentunya memiliki budaya yang berbeda-beda sehingga kelas yang kita hadapi kelas yang multikultural.

Pendidikan multikultural memiliki ciri-ciri:

1)       Tujuannya membentuk “manusia budaya” dan menciptakan manusia berbudaya (berperadaban).

2)       Materinya mangajarkan nilai-nilai luhur kemanusiaan, nilai-nilai bangsa, dan nilai-nilai kelompok etnis (kultural).

3)       metodenya demokratis, yang menghargai aspek-aspek perbedaan dan keberagaman budaya bangsa dan kelompok etnis (multikulturalisme).

4). Evaluasinya ditentukan pada penilaian terhadap tingkah laku anak didik yang meliputi aspek persepsi, apresiasi, dan tindakan terhadap budaya lainnya.

3.      Status sosial

Peserta didik pada suatu kelas biasanya berasal dari status sosial-ekonomi yang berbeda-beda.

Peserta didik dengan bervariasi status ekonomi dan sosialnya menyatu untuk saling berinteraksi dan saling melakukan proses pembelajaran.

Perbedaan ini hendaknya tidak menjadi penghambat dalam melakukan proses pembelajaran.

Namun tidak dapat dipungkiri kadang dijumpai status sosial ekonomi ini menjadi penghambat peserta didik dalam belajar secara kelompok.

Implikasi dengan adanya variasi status-sosial ekonomi ini pendidik dituntut untuk mampu bertindak adil dan tidak diskriminatif.

4.      Minat

Minat merupakan suatu sumber motivasi yang mendorong seseorang untuk melakukan kegiatan yang dipilihnya.

Sebenarnya minat belajar peserta didik memegang peran yang sangat penting, sehingga perlu untuk terusditumbuh kembangkan sesuai dengan minat yang dimiliki seorang peserta didik.

5.      Perkembangan kognitif

Tingkat perkembangan kognitif yang dimiliki peserta didik akan mempengaruhi guru dalam memilih dan menggunakan pendekatan pembelajaran, metode, media, dan jenis evaluasi.

Menurut Piaget tahap-tahap perkembangan intelektual peserta didik  adalah sebagai berikut sebagai berikut:

Jenis Karakteristik Peserta Didik

Berdasarkan teori perkembangan dari Piaget tersebut, dikaitan dengan tahap perkembangan intelektual sebagai berikut:

1)       Bahwa perkembangan intelektual terjadi melalui tahap-tahap beruntun yang selalu terjadi dengan urutan yang sama. Maksudnya setiap manusia akan mengalami urutan tersebut dan dengan urutan yang sama;

2)       Bahwa tahap-tahapperkembangan didefinisikan sebagai suatu cluster dari operasi mental (pengurutan, pengekalan, pengelompokkan. pembuatan hipotesis dan penarikankesimpulan) yang menunjukkan adanya tingkah laku intelektual.

3)       Bahwa gerak melalui melalui tahap-tahap tersebut dilengkapi oleh keseimbangan (equilibration), proses pengembangan yang menguraikan tentang interaksi antara pengalaman (asimilasi) dan struktur kognitif yang timbul (akomodasi).

6.      Kemampuan awal

Merupakan keadaan pengetahuan dan keterampilan yang harus dimiliki terlebih dahulu oleh peserta didik sebelum mempelajari pengetahuan atau keterampilan baru.

Pengetahuan dan keterampilan yang harus dimiliki terlebih dahulu maksudnya adalah pengetahuan atau keterampilan yang lebih rendah dari apa yang akan dipelajari.

Kemampuan awal peserta didik bersifat individual, artinya berbeda antara peserta didik satu dengan lainnya, sehingga untuk mengetahuinya juga harus bersifat individual.

Cara untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik dapat dilakukan melalui teknik tes yaitu pre tes atau tes awal dan teknik non tes seperti wawancara.

7.      Gaya belajar

Merupakan cara yang cenderung dipilih/digunakan oleh peserta didik dalam menerima, mengatur, dan memproses informasi atau pesan dari komunikator/pemberi informasi.

Gaya belajar dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu visual (visual learners), auditif (auditory learners), dan kinestetik (kinesthetic learners).

Dengan diketahuinya gaya belajar yang dimiliki pesertadidik, maka akan berimplikasi terhadap model pembelajaran, strategi, metode, dan media pembelajaran yang akan digunakan.

8.      Motivasi

Merupakan suatu kondisi yang menyebabkan atau menimbulkan perilaku tertentu, dan yang memberi arah dan ketahanan (persistence) pada tingkah laku tersebut.

Motivasi kadang timbul dari dalam diri individu itu sendiri (motivasi instrinsik dan kadang motivasi itu muncul karena faktor dari luar dirinya sendiri (motivasi ekstrinsik).

Seseorang memiliki motivasi tinggi atau tidak dalam belajarnya dapat terlihat dari tiga hal:

1)       kualitas keterlibatannya,

2)       perasaan dan keterlibatan afektif peserta didik,

3)       upaya peserta didik untuk senantiasa memelihara/menjaga motivasi yang dimiliki.

Sunday, April 17, 2022

CATATAN KE 4 KOMPETENSI GURU

 

 Seorang guru dikatakan sebagai sebagai guru profesional jika menguasai empat standar kompetensi guru. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen, dijelaskan bahwa kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. Apa saja empat macam-macam kompetensi guru tersebut? Empat standar kompetensi profesional guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial.

Standar kompetensi pertama yang wajib dimiliki oleh seorang guru adalah kompetensi pedagogik. Kompetensi Pedagogik adalah kemampuan atau keterampilan seorang guru dalam mengelola suatu proses pembelajaran atau interaksi belajar mengajar dengan peserta didik. Aspek dan indikator kompetensi pedagogik guru ada tujuh poin, yaitu:

1. Karakteristik para peserta didik.

2. Teori belajar dan prinsip pembelajaran yang mendidik.

3. Pengembangan kurikulum

4. Pembelajaran yang mendidik.

5. Pengembangan potensi para peserta didik.

6. Cara berkomunikasi.

7. Penilaian dan evaluasi belajar.

Kompetensi Kepribadian adalah kompetensi yang berhubungan dengan karakter personal guru. Indikator yang mencerminkan kepribadian positif seorang guru antara lain: supel, sabar, disiplin, jujur, rendah hati, berwibawa, santun, empati, ikhlas, berakhlak mulia, dan bertindak sesuai norma sosial & hukum. Kompetensi ini menentukan bagaimana seorang guru dapat menjadi teladan yang baik bagi siswa dan juga orang-orang yang ada di sekitarnya.

Kompetensi profesional guru sangat menentukan apakah seorang guru dapat melakukan tugas dan fungsinya sebagai pengajar dengan baik. Contoh kompetensi profesional ditunjukkan oleh  indikator Kompetensi Profesional Guru berikut ini:

1. Penguasaan terhadap  materi pelajaran yang diampu, berikut struktur, konsep, dan pola pikir keilmuannya.

2. Penguasaan terhadap Standar Kompetensi (SK) pelajaran, Kompetensi Dasar (KD) pelajaran, dan tujuan pembelajaran dari suatu pelajaran yang diampu.

3. Kemampuan dalam mengembangkan materi pelajaran dengan kreatif sehingga bisa memberi pengetahuan dengan lebih luas dan mendalam bagi peserta didik.

4. Kemampuan untuk bertindak reflektif demi mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan.

5. Kemampuan dalam memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam proses pembelajaran dan juga pengembangan diri.

Standar kompetensi guru yang terakhir adalah kompetensi sosial. Kompetensi berkaitan erat dengan bagaimana seorang guru berkomunikasi, bersikap dan berinteraksi secara umum, baik itu dengan peserta didik, sesama guru, tenaga kependidikan, orang tua siswa, hingga masyarakat secara luas. Empat indikator yang dapat menunjukkan kompetensi sosial Guru adalah sebagai berikut:

1.  Kemampuan bersikap inklusif, objektif, dan tidak melakukan diskriminasi terkait latar belakang seseorang, baik itu berkaitan dengan kondisi fisik, status sosial, jenis kelamin, ras, latar belakang keluarga, dan lain sebagainya.

2. Kemampuan dalam berkomunikasi dengan efektif, menggunakan bahasa yang santun dan penuh empati.

3. Kemampuan berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan.

4. Kemampuan dalam beradaptasi dan menjalankan tugas sebagai guru di berbagai lingkungan dengan bermacam-macam ciri sosial budaya masing-masing.

 

Sunday, April 10, 2022

CATATAN KE 3 MANAJEMEN KELAS

 

Nama : Ahmad Maulana Umamul Khairi

Kelas : 4i PAI

Nim   : 12001337

Manajemen kelas adalah proses perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan, dan pengawasan kegiatan pembelajaran guru dengan segenap penggunaan sumber daya untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien. Manajemen adalah rangkaian kegiatan atau tindakan yang dimaksud untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan berlangsungnya pembelajaran. Manajemen kelas merupakan persyaratan penting yang menentukan terciptanya pembelajaran yang efektif.

Penciptaan kelas yang nyaman merupakan kajian dari manajemen kelas, sebab manajemen kelas merupakan serangkaian perilaku guru upayanya menciptakan dan memelihara kondisi kelas yang memungkinkan peserta didik untuk belajar dengan baik. Keefektifitasan menejemen kelas sangat tergantung kepada bagaimana guru memahami berbagai aspek pelaksanaannya.

Inovasi dalam bidang pendidikan terus digalakkan guna menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam bidang pendidikan.  Inovasi dalam bidang pendidikan tersebut seperti kurikulum, metode mengajar, media pembelajaran, administrasi pendidikan, dan strategi pembelajaran. Implikasi dari inovasi dalam bidang Pendidikan adalah  bahwa  ukuran  keberhasilan  proses belajar mengajar guru di kelas mengalami perubahan, tuntutan  ketertiban  kelas juga menjadi berubah.

Guru mengajar tanpa menyiapkan satuan pelajaran, tanpa media, tanpa variasi metode, keadaan kelas yang tenang tanpa aktivitas para siswa mengerjakan tugas atau melakukan kegiatan belajar demi tercapainya tujuan  belajar, bukanlah kelas yang baik, dan itu perlu dihindari. Adanya perubahan tuntutan kondisi / ketertiban kelas agar proses belajar lebih berkualitas, maka guru perlu mengetahui manajemen kelas dalam proses pembelajaran. Setiap proses pembelajaran dengan metode, media, pendekatan tertentu menuntut suasana kelas tertentu pula.

Pembelajaran yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh pembaharuan kurikulum, fasilitas yang tersedia, kepribadian guru yang simpatik, pembelajaran yang penuh kesan, wawasan pengetahuan guru yang luas tentang semua bidang, melainkan juga guru harus menguasai kiat manajemen kelas. Setiap  kegiatan  belajar mengajar mengisyaratkan tercapainya tujuan, baik tujuan instruksional maupun tujuan pengiring. Namun tidak dapat dipungkiri keadaan di kelas  sering kali tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

 

Sunday, April 3, 2022

Catatan ke 2 Manajemen Sekolah

 

Catatan ke2 Manajemen sekolah

Nama : Ahmad Maulana Umamul Khairi

Kelas : 4I PAI

Nim : 12001337

 Manajemen sekolah ialah metode yang digunakan administrator dalam melaksanakan tugas-tugas tertentu untuk mencapai tujuan tertentu. Proses, dalam arti serangkaian kegiatan yang diupayakan kepala sekolah bagi kepentingan sekolahnya, manajemen sekolah ialah Segala proses pendayagunaan semua komponen, baik komponen manusia maupun non manusia, yang dimiliki sekolah dalam rangka mencapai tujuan secara efisien. Tujuan manajemen sekolah ialah guna membantu pencapaian visi, misi, tujuan tahunan dan program-program sekolah. Ini pengertian ringkas dari manajemen sekolah.

Manajemen sekolah sendiri secara artian luasnya merupakan tindakan pengelolaan dan pengadministrasian sekolah. Manajemen sekolah berarti memberdayakan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya untuk mencapai tujuan sekolah. Manajemen sekolah memiliki dua aspek, yaitu aspek manajemen eksternal dan manajemen internal. Manajemen internal sekolah meliputi perpustakaan, laboratorium, bangunan dan saran fisik lainnya, sumber dana, pelaksanaan evaluasi pendidikan, dan hubungan antar guru, murid. sedangkan manajemen eksternal meliputi hubungan dengan pihak luar sekolah seperti masyarakat, dewan pendidikan, dinas pendidikan maupun pihak lain yang terkait dengan fungsi sekolah.

Saya mengutip pendapat dari Supriyono Subakir  yang menurutnya kegunaan utama school management adalah untuk meningkatkan efisiensi manajemen, dan memberikan otoritas yang lebih banyak dan lebih luas kepada sekolah untuk mengelola pekerjaannya. Lalu bagaimana contoh sistem informasi school management serta contoh pengelolaan sistem informasi school management.

Fungsi manajemen sekolah adalah untuk  Ini memberi sekolah kebebasan dan kekuatan yang besar dan memegang berbagai tanggung jawab. Dengan mengelola sumber daya  sesuai dengan kondisi lokal dan secara mandiri mendelegasikan tanggung jawab untuk mengembangkan strategi school management, sekolah dapat lebih meningkatkan kesejahteraan guru dan memungkinkan guru untuk fokus pada lebih banyak tantangan. Manajemen school menekankan partisipasi maksimal dari berbagai pemangku kepentingan. Sekolah mandiri memastikan keterlibatan  staf, orang tua, siswa, dan masyarakat  luas dalam mengembangkan keputusan  pendidikan. Peluang untuk berpartisipasi  dapat meningkatkan komitmen Anda terhadap sekolah. Selain itu, aspek-aspek tersebut mendukung efektivitasnya dalam mencapai tujuan sekolah pada akhirnya. . Fungsi school management Dengan pengelolaan masyarakat dan pengawasan pemerintah, tata kelola sekolah  lebih akuntabel, transparan, egaliter dan demokratis, serta menghilangkan monopoli  pendidikan.

prinsip prinsip manajemen sekolah Teori school management yang digunakan oleh manajemen school didasarkan pada empat asas: asas keadilan, asas desentralisasi, asas pemerintahan sendiri, dan asas dipimpin staf atau macam macam manajemen sekolah.

 

Sunday, March 27, 2022

 

Catatan 1 kultur sekolah

Nama : Ahmad Maulana Umamul Khairi

Nim   ; 12001337

Berbicara tentang sebuah kultur menurut saya pribadi tidak akan pernah terlepas dari budaya karena memang kultur juga memang merupakan sebuah budaya, kultur sekolah memiliki dua bilah mata pedang karena ia memiliki unsur positive dan juga negative, budaya baik akan memberikan dampak baik bagi peserta didik terlebih bagi mereka yang ada dilingkungan sekitar .

Kultur Sekolah merupakan budaya sekolah yang dapat memberikan pengaruh terhadap kehidupan masyarakat sekolah baik pengaruh positif maupun pengaruh negatif sebagaimana karakteristik kultur tersebut. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Moerdiyanto yang menyatakan bahwa “Kultur sekolah terdiri dari kultur positif dan kultur negatif. Kultur positif adalah budaya yang membantu mutu sekolah dan mutu kehidupan bagi warganya”. Dalam pengertian mutu sekolah dan mutu kehidupan dapat dimaksudkan sebagai mutu yang berhubungan dengan kehidupan yang bernilai moralitas dan agamis masyarakat sekolah. Aktifitas siswa dalam kesehariannya tidak akan lepas dari keterlibatan kultur sekolah pada proses bersikap, berbuat dan memandang bahkan berfikirnya. Mutu kehidupan siswa yang diharapkan adalah siswa yang memiliki prilaku baik dalam sudut pandang etika dan agama. Kultur positif ini akan memberi peluang sekolah beserta warganya untuk membentuk dan maningkatkan kemampuan dan kecerdasan spiritual siswa.

Kultur positif dan kuat memiliki kekuatan dan menjadi modal dalam melakukan pendidikan yang memperhatikan dimensi kecerdasan spiritual siswa dan perbaikan kondisi-kondisi agar dapat lebih kondusif terhadap tumbuh dan berkembangnya kecerdasan tersebut. Sedangkan kultur negatif adalah budaya yang bersifat anarkis, negatif, beracun, bias, dan dominatif. Sekolah yang hanya melihat dan menargetkan hasil pendidikan yang berupa kemampuan intelegensi dan mengabaikan dimensi spiritaual siswa merupakan bagian dari kultur negatif, karena mereka cenderung tidak melakukan upaya yang mengarah kepada terbentuk dan berkembangnya kecerdasan spiritual siswa. Kultur sekolah bersifat dinamis. Perubahan pola perilaku dapat mengubah sistem nilai dan keyakinan pelaku dan bahkan mengubah sistem asumsi yang ada, walaupun ini sangat sulit. Namun yang jelas dinamika kultur sekolah dapat saja menghadirkan konflik dan jika ini ditangani dengan bijak dan sehat dapat membawa perubahan positif. Dan kultur sekolah itu milik kolektif dan merupakan perjalanan sejarah sekolah, produk dari berbagai kekuatan yang masuk ke sekolah. Sekolah perlu menyadari secara serius mengenai keberadaan aneka kultur subordinasi yang ada seperti kultur sehat dan tidak sehat, kultur kuat dan lemah, kultur positif dan negatif, kultur kacau dan stabil, dan konsekuensinya terhadap perbaikan sekolah.

 

Wednesday, December 16, 2020

 

BIOGRAFI GURU

Nama :Ahmad Maulana Umamul Khairy

Nim:12001337

Kelas :1i PAI

 

Dalam renungan, rasa rindu itu muncul ditengah asyik menikmati suasana indah siang ini tepat nya dihari rabu, pandanganku menatap keluar jendela,ditemani secangkir kopi dan alunan lagu yang membuat pikiran dan hatiku dihantui rasa rindu yang luar biasa, tidak terasa sudah setengah satu tahun aku melewati masa-masa itu. Yah sampai detik ini aku masih tidak dapat melupakan jejak perjalananku sewaktu dirantauan terlebih dengan sosok guru yang begitu luar biasa berpengaruh dalam menuntunku baik itu menjadi manusia yang baik ataupun menjadi hamba yang taat kepada sang Ilahi.

Beliau berpostur tinggi besar, berbahu lebar,berwajah tampan yang memancarkan aura kebijaksanaan, setiap mata yang berhadapan dengan beliau seakan harus tunduk ta’zhim sebab tatapan mata yang penuh kasih sayang juga diliputi kewibawaan, beliau yang aku sebut sebagai Maha Guru yang juga berperan sebagai ayah bagi setiap murid nya,beliau memili nama: Abuya Assayyid Musthofa bin Husain Aljufri.

Abuya merupakan panggilan kami untuk beliau, Sebagian orang yang mendengar kami memanggil demikian bertanya kenapa beliau tidak dipanggil ustad sebagai mana guru-guru lain pada umumnya jawaban kami hanya satu Abuya merupakan panggilan yang merangkap antara sosok seorang guru juga seorang ayah, beliau sendiri juga pernah berkata kepadaku pribadi tepatnya diwaktu aku menyiapkan hidangan makan siang untuknya, kurang lebih begini dawuh nya  : “di luar jam pelajaran anggap saya sebagai sesosok ayah disaat pelajaran di mulai disitu saya menjadi seorang guru” bukan tanpa maksud beliau berkata demikian ini semua tidak lebih supaya kami selaku santrinya selalu terbuka dengan beliau layaknya sosok seorang ayah bahkan beliau akan menegur santrinya dikala menyembunyikan masalah yang tengah menimpa mau itu dalam urusan dunia ataupun urusan akhirat,sebenarnya sulit bagiku untuk menggambar kan bagaimana kasih sayang nya beliau terhadap setiap santri yang ada disana.

Beliau adalah anak ke 4 dari 4 saudara biasa umumnya anak paling terakhir disebut dengan anak bungsu ayahnya bernama Habib Husain dan ibunda beliau Syarifah Ni’mah beliau didik dan dibesarkan dilingkungan pesantren dibawah bimbingan dan didikan orang tua yang hebat, di umur yang terbilang muda saat itu beliau menjadi salah satu anak yang beruntung sebab terpilih mengabdikan diri dan mencapai ridho guru dan Ilahi di salah satu pondok pesantren di Makkah yang biasa di sebut rushaifah dipimpin oleh Maha Guru, orang yang ahli dalam hadist baginda Nabi Muhammad, yang begitu dekat hatinya dengan Sang Kholiq beliaulah Almuhaddist prof.dr.Assayyid Muhammad bin Alwi Almaliki.

Abuya Musthofa begitu mengidolakan gurunya walaupun sekarang guru beliau telah berada di alam yang berbeda semoga aku mendapatkan keberkahan beliau berdua, saking idolanya beliau sampai banyak tulisan yang berisikan tentang pujian beliau terhadap Abuya Muhammad, sewaktu beliau mengenyam Pendidikan di Makkah beliau menjadi tangan kanan dari Abuya Muhammad seperti inilah cerita yang saya dengar dari beberapa teman beliau, dan status sebagai tangan kanan gurunya memang bukan sekedar kabar burung belaka saya sendiri yang menjadi saksi akan kebenaran status beliau tersebut sebab dalam kurun waktu 5 tahun yang saya habiskan Bersama beliau sudah banyak karangan-karangan kitab yang telah beliau buat, baik itu tentang amalan ibadah harian yang berisi wiridan dan doa, ada juga yang berisi tentang sya’iran,cerita hikmah,pengumpulan hadist-hadist pendek dan masih banyak lagi yang lainnya yang tidak mampu diri ini menuliskan kesemuanya saya hanya berharap hati ini akan selalu terkait dengan beliau dan mendapat keberkahannya aamin.

Sebenarnya sulit untuk melanjutkan tulisan ini karena sedikit nya pengetahuan dan takut akan kesalah dalam menceritakan kepribadian beliau yang luhur semoga Allah mengampuni diriku atas salah dan khilaf dalam penulisan ini.Aamiin

Kalau dilihat dari keturunan beliau memiliki garis keturunan yang suci nan mulia sebab beliau mewarisi darah baginda Nabi Muhammad, di samping berdarah mulia dalam keseharian nya beliau berprilakua sebagaimana akhlak yang telah diajarkan oleh kakeknya (Nabi Muhammad) beliau diantara para santrinya dijuluki sebagai Alhalim yakni orang yang dermawan disebabkan kemurahan hati beliau dalam memenuhi kebutuhan para muridnya, mau itu kebutuhan jasmani maupun rohani bahkan dari hal yang paling kecil sekalipun, beliau sosok yang lemah lembut juga tegas, beliau tidak akan segan menghukum muridnya yang melakukan kesalahan tapi berbeda dari kebanyak orang lain menghukum, kemarahan beliau hanya di saat murid tersebut berbuat kesalahan setelah itu akan hilang seakan si murid tidak pernah berbuat kesalahan, sebenarnya  yang paling ditakuti dari beliau bukan hukuman yang berbentuk fisik saat melakukan kesalahan tapi disaat beliau menegur dengan perkataan yang mengandung makna yang tajam bahkan menimbulkan efek jera melebihi hukuman fisik, Sudah banyak santri yang di saat melakukan kesalahan lalu mendapat nasihat dari beliau langsung meneteskan air mata sebab malu dan tersentuh hati nya sungguh mulia hati beliau dan dekat dengan Allah sampai hanya dengan perkataan saja sudah mengandung hikmah dan sentuhan yang tajam pada segenap hati muridnya.

Selama 5 tahun hidup berdampingan dengan beliau sekeluarga ntah sudah berapa banyak hikmah yang saya dapatkan bahkan semahal apapun tidak akan pernah mungkin sanggup untuk membalas jasa beliau sekeluarga semoga Allah memberikan beliau dan keluarga derajat yang setinggi-tinggi nya, pelajaran yang saya dapat bukan Cuma sekedar ilmu agama tapi juga ilmu bagaimana hidup di dunia baik itu dalam kekeluargaan,juga bernegara sungguh luas ilmu yang beliau miliki bahkan jika seandainya pohon-pohon yang ada di bumi dijadikan pena dan juga air lautan dijadikan tinta tidak akan cukup untuk menuliskan keutamaan yang beliau miliki, bukan tanpa maksud saya berbicara demikian sebab kemulian aklaq beserta luasnya ilmu yang beliau miliki bukan Cuma terkenal di kalangan muris-muridnya tapi juga dikenal oleh banyak keluarga,sahabat,dan juga teman beliau.

Dalam hal kepala rumah tangga beliau merupakan imam yang baik bagi keluarga nya, sangat tegas dalam hal ibadah, mendidik putra-putera beliau dengan Pendidikan yang mulia,supaya selalu sholat tepat waktu,hormat terhadap orang tua, dan selalu murah hati terhadap orang lain, salah ajaran yang saya dengar langsung dari putra bungsu beliau adalah “supaya jangan terlalu lama memegang uang cepat dermakan ke orang” kurang lebih seperti itu dan saya merasakan efeknya dan bukti dari ajaran yang beliau berikan terhadap putra-putra nya bermanfaat dimana kesemua putra dan putri beliau memiliki hati yang subhanallah begitu dermawan.

Setelah banyak hal yang saya sampaikan tentang sosok dari seorang Maha Guru berbagai kelebihan dan keutamaan yang beliau miliki, baik itu berupa keilmuan,aklaq juga ketegasan yang dipadukan dengan kelembutan yang beliau miliki dalam mendidik para muridnya sudah menjadi alasan bagiku untuk menempatkan beliau sebagai yang teristimewa didalam hati ini walaupun saya menyadari belum dapat menjadi murid yang beliau harapkan dan bisa di banggakan setidaknya satu hal yang saya selalu jadikan harapan dan permintaan dalam setiap doa bahwa semoga Allah tidak mencabut nyawa semua guruku sebelum aku bisa menjadi yang bisa di banggakan di dunia maupun di akhirat oleh mereka semua.Aamiin.   

 

Monday, November 9, 2020

semoga bahagia


 Assalamualaikum perkenalkan nama saya  Ahmad Maulana Umamul Khairy, saya lahir di kota pontianak dekat dengan masjid jami' dan kraton kesultanan pontianak tepatnya pada tanggal 03-03-1998 umurku sekarang 22 tahun.
aku anak pertama dari 4 bersaudara, ayahku seorang pedagang dan ibuku terkadang juga ikut membantu ayahku berdagang, aku mengenyam pendidikan sd di MI Darul Ihsan gg.askot Kel.Tanjung Hilir Pontianak Timur, setelah menyelesaikan study di MI  aku melanjutkan pendidikanku di MTS dan MA Manbausshafa kp.Arab jl.tanjung raya 1 pontianak timur di sini selain ingin menambah ilmu agamaku juga ingin membenarkan tata krama diriku terlepas dari itu semua banyak pengalaman yang aku dapat saat belajar di sana Manbausshafa sudah aku anggap sebagai rumah ke 2ku sebab disini juga ada asramanya jadi aku bisa belajar mandiri dan dapat banyak teman dari berbagai daerah yang ada di Kalimantan Barat.
Setelah selesai dari Manbausshafa aku sempat mencari pengalaman di jawa tepat nya di Jawa Timur kota sumenep selama beberapa tahun dan setelah pulang lagi ke pontianak melanjutkan study yakni kejenjang perkuliahan .
sekarang aku resmi menjadi mahasiswa di IAIN pontianak untuk mencari pengalaman dan menambah wawsan serta mendapat teman baru.
mungkin hanya ini yang bisa aku tuliskan sekian.
wassalamualaikum warahmatullahi wabarokaatuh .